tales for to night
Tuesday, October 30th, 2007kenangan masa kecil merupakan sesuatu yang mungkin merupakan pembentuk karakter seseorang ,betull..? karena pada masa itu mereka akan menciptakan imej tersendiri terhadap dunia dan kehidupan ini dan mengembangkan proteksi2 yang mungkin akan dipakai untuk melindungi diri,
apakah aku punya kenangan pada masa2 itu? seiring waktu, kurasa terlalu banyak memori yang telah tak sadar tersimpan sendirinya di kepalaku,
memang tak terlalu enak jadi person yang berbeda.. apalagi jika masih dalam usia anak-anak hingga remaja.. terasa ada jarak tersendiri yang tercipta dengan begitu saja dengan para sebaya, masih jelas sekali dalam benakku waktu pertama kali ku menginjakkan kaki di SDN 152 Patangkai, aku begitu pemalunya dan saking beraninya datang sendiri tanpa ditemani oleh kedua orang tua, dan seminggu per tama aku hanya bisa diam di kelas.. bertanya-tanya.. tempat apakah yang kudatangi ini?? tak ada kenangan manis di sekolah ini dimana aku hanya bisa diam saja.. kala temanku berlarian bahkan ada yang menangis saat mendengar gemuruh pesawat jet yang melintas di atas sekolah kami, dan terlalu banyak menerima kekalahan saat menerima tantangan duel dari teman sekelas.. sampai akhirnya aku pindah sekolah..
disekolah baru ini aku begitu berbeda.. mungkin ketika ku ketahui bahwa anak tentara seakan punya sedikit derajat di lingkungan sekolah, yah begitulah yang terjadi.. membuat semangatku bangkit.. aku jadi hiper aktif, sebab aku merasa bukan lagi seperti seorang minoritas.. berdampak pada saat berkelahi di sekolah yang membuatku lebih banyak menang,
semua orang pasti punya setidaknya permainan di masa kecilnya, tak terkecuali aku.. cuma aku akui . bahwa permainanku agak berbeda dari yang anak2 lain lakukan.. waktu sebelum pindah dulu aku tak punya terlalu banyak teman untuk bermain bahkan aku merasa aku ini sendiri.. maka sepulang sekolah aku lari ke kebun pisan dengan sebilah parang.. menebas semua tunas2 pisang dikebun.. buah coklat.. buah jeruk.. sepindahku agak berbeda meski tidak jauh.. keadaan agak sedikit berbeda. aku sering berurusan dengan peluru.. bahan peledak.. dan suara letusan senjata.. maklum.. asrama kami notabene adalah daerah latihan tempur, sangat mudah bagi kami untuk menemukan hal hal seperti itu,yang paling di ingat orang waktu ku kecil adalah.. aku pernah long march sejauh 18 Km pada waktu kelas 3 SD, sering menantang teman ayah untuk menghabiskan segelas/toast minuman keras, membakar sebuah rumah kosong.. dan membongkar sebuah granat korea yang masih sangat baru dan pasti sangat aktif.. huh.. dasar orang tua sering menganggap remeh anak kecil.. aku belajar senjata.. menembak.. mungkin karena kebiasaan aku mampu membongkar dan memasang sebuah FN colt 9mm dengan cepat .. ranjau.. bobbytrap.. dan memasang peledak TNT tanpa takut setiap pulang kerumah aku selalu berbau mesiu..
aku dianggap anak aneh.. dan aku terima. aku bangga dikatakan aneh jika itu membuatku sedikit berbeda dari yang lain.. bahwa hanya ada satu anto pj di dunia ini
dasar masalah kenapa hal ini yang saya post, bahwa saya lagi tidakpunya bahan untuk di posting hehehe..
ga kok, bahwa kehidupan anak2 yang saya lihat sekarang berbeda dengan yang saya lalui (atau cuma saya saja?..).. dan saya yakinpun dampaknya pasti berbeda pada jiwa dan karakter mereka. faktor genetis mungkin berpengaruh kuat dalam pembentukannya.. tapi saya kira tak dikembangkan malah membuatnya tak terlatih. teknologi ciptaan manusialah yang membuatnya demikian.. mainan yang dulu kami buat dengan susah payah.. lalu dimainkan dengan menguras tenaga (mm.. seperti apa contohnya.. kira2) kini bisa di simulasikan oleh sekeping silikon tipis bernama prosessor dan dan dilihat di CRT(nama lain tabung kaca televisi)
nah.. yang terlatih sekarang memang masih sama yaitu otot dan otak.. tapi hanya otot jari.. dan permainan/game sekarang hanya membuat otak mampu memecahkan masalah dengan cara yang sudah ditetapkan.. seperti menjawab soal soal pilihan ganda.. dan pola ini akan berdampak pada semakin konsumtifnya generasi sekarang dan yang akan datang bahwa mereka tidak di fokuskan lagi kepada bagaimana membuat atau mencipta tetapi pada bagaimana cara mereka menghabiskan produk -produk pasaran sebanyak dan secepat mungkin dengan pola pola hidup praktis.. mungkin inilah yang menyebabkan kenapa manusia sekarang lebih pendek umurnya dari pada nenek moyangnya, hidup dengan cara praktis dan cepat.. matinya pun praktis dan cepat.. hukum alam..
anak2 anak sekarang seakan hidup dalam tekanan.. terutama yang hidup di masyarakat perkotaan.. life style.. dan standar2 yang harus di penuhi oleh seseorang untuk lebih diterima dilingkungannya. mereka ogah untuk memainkan mainan yang diamainkan ayahnya waktu masa kanak2, yang berbau tradisional.. takut dibilang kampungan.. badan dipaksa tinggi untuk mencapai 180 cm bahkan lebih dengan perangsang pertumbuhan..padahal efek sampingnya banyak.. misalnya tulang menjadi rapuh.. dipaksa ganteng.. bahkan dipaksa untuk menjadi bukan dirinya..
sambil mengenang masa kecil.. aku tersenyum-senyum sendiri.. ingin kembali tapi tidak mungkin.. masih ada ratusan peristiwa yang akan kulalui dan akan menjadi sejarahku,menungguku di depan sana
menghormati akar.. menembus kerasnya karang untuk sebuah kehidupan