Archive for February, 2008

mengejar mimpi

Monday, February 25th, 2008

aku.. malang..
tak rela melihat sebuah nilai keramat  bertengger di daftar nilaiku
sebuah huruf yang di cetak tebal. bila ditarik garis antara baris namaku dengan mata kuliah tata tulis laporan, disanalah dia bertengger dengan apiknya, begitu kontras dengan deretan huruf lainnya yang berpenampilan biasa-biasa saja namun anggun.
"E" melihatnya begitu menyakitkan hati.. seumur umur aku belum pernah kecuali semester ini menemukan nilai tersebut di barisan nilaiku.. paling banter D.. lha ini E..
akibatnya IP yang dulu tersangkut di 2.9 terjatuh ke 2.42. kalo aku menarik garis kurva grafik nilai per semester maka hasilnya penurunan yang drastis,
apa sebab??.. dengan dimaksudkan untuk pembelaan diri di mata umum, penyebab dari nilai tersebut hanyalah jarangnya aku masuk kuliah, memang pada awal perkuliahan kontrak telah dibuat antara Dosen yang maha kuasa dan mahasiswa yang daya kritisnya dan segala idealismenya terkuras sehabis menyelesaikan laporan laporan yang tertunda, setelah membayar kompensasi ketidakhadiran yang mengakibatkan libur semester lalu tak dapat dinikmati penuh, dan faktor-faktor alam lainnya

kekurangan gizi akibat terlalu banyak berpikir dan begadang, ditambah stress membuat sistem antibodi tubuhku menjadi kolaps, rentan terhadap penyakit yang sering menyerang anak kost-an. kadang tidak punya pulsa membuatku tak bisa mengirimkan kabar bahwa aku sedang sakit, dan teman teman setingkat telah terbawa arus peradaban kota yang begitu aptisnya terhadap sosial, melupakan slogan, motto, yang selalu dipegang dan menjadi tulisan pemanis disetiap logo bahkan blanko surat "solidarity forever"..  aku yang dulu adalah seorang pembuat surat sakit untuk teman teman yang membutuhkan pertolongan walau sedang tidak sakit,pada semester satu sampai tiga  dilupakan saat aku membutuhkan pertolongan serupa dengan alasan yang jujur bahwa aku benar2 sakit dan hasilnya banyak terdapat huruf A di sebagian absensiku, jujur saja.. jika kamu melihat absensi seseorang dan banyak melihat huruf A, kamu akan segera memvonisnya bahwa dia adalah pemalas.. seseorang yang tak  memperhatikan kuliahnya..  kamu aja gitu.. apalagi Dosen!!

ada rasa tidak puas.. padahal nilai untuk finaltest ku  bernilai 95 (=A) cuman kehadiran yang tak cukup hingga 75% yang mengubah semuanya.. aku disarankan untuk Semester Pendek.. tapi itu berarti target wisudaku diundur beberapa bulan
rasa tidak puas saat aku mengetahui (aku tidak sedang menyombongkan diri, ini fakta) banyak orang yang kemampuannya dibawahku mendapat nilai baikwalau cuma nebeng nama atau rajin hadir.. 1 lagi masalahnya.. disiplin
pada mata kuliah perancangan alat bantu produksi, Nilai C pun membuat hatiku tak terima.. seandainya aku tahu akan begini jadinya.. aku tidak akan mengerjakan gambar rancangan autocad  hampir separuh kelas dengan bayaran sebungkus rokok dan semangkuk coto.. tiga hari aku begadang dengan dedikasi penuh untuk membantu teman yang tidak mampu, justru menghasilkan nilai terendah dari 21 orang mahasiswa

salah seorang mahasiswa yang wajahnya berseri-seri karena nilainya banyak A bertengger berkata lirih.. berpikir realistis lah prend..

REALISTIS??? ya realistisnya memang aku malas.. tapi aku tak menganggap diriku malas.. sekolah di perguruan tinggi membuatku harus bergaul dengan orang-orang yang mengabdikan hidupnya pada kerealisitisan, para plagiat yang senang mengakui dan memamerkan hasil karya contekan, dan harus menerima racun yang apabila tak kucegah dapat membuat mata hatiku buta .. Racun Realistis.. mambuatku apatis, pragmatis, pesimis.. seakan kutelah membatasi kemampuanku setelah melihat kenyataan yang ada.. membuat aku kehilangan mimpi.. mimpi buruk dalam sejarah hidupku,tragis

padahal pernah ku bermimpi untuk menjadi lulusan dengan gelar cum laude yang kuyakini dengan kemampuanku, aku bisa meraihnya.  aku ingin orang tuaku bahwa anaknya bukan hanya seorang mahasiswa yang tiap bulan kerjanya minta uang.. tapi mampu membuktikan bahwa uang yang mereka keluarkan tak sia-sia

aku masih punya mimpi itu,cuma aku lupa dimana aku pernah menyimpannya
aku mengejar mimpi yang ternyata tersimpan rapi  diotakku

biarlah rindu ini tertunda

Sunday, February 3rd, 2008

aku rindu pada kabut.. pada dingin menusuk.. pada sepi.. pada edelweis yang bertengger di tangkainya

aku kangen pada jalan setapak itu.. pada peluh yang membasahi tubuh.. dan pepohonan berlumut disepanjang jalan

mana matrasku?.. dipinjam dan hilang

carrier bag?.. kan udah sobek, kamu pinjamkan sembarangan sih..

nesting?? kompor lapangan..?? tuh ada di ablam dipake adiknya rano main masak2an

tenda?? sudah.. lupakan.. banyak bocornya! kamu sih.. dalam tenda merokok juga

alat navigasi?? gps-mu di pinjam pak agus.. pelatih jas, peta.. banyak yang raib, kompas prisma.. dipinjam iwan.. buat aksesoris ke bawakaraeng.. protactor.. kan masih banyak.. teropong.. masih ada, buat apaan sih?

yang lain lain? Sleeping Bag-mu dipake sama ippang buat selimut tidur.. poncho loreng di pake ippang juga buat jas hujan.. tabung.. beli aja noh..  sepatu tracking.. kan ga pernah kamu pake.. palingan pake sandal swallow kalo bukan eiger nah yang jaket northface kuning kan kamu kasih cewek yang tempo hari kan..

lagian juga masih final.. kamu mau KP..

masih rindu???
masih dong… cuman  rindunya kutunda dulu